3/21/2012

Balai Kota Surabaya, Indonesia
Namaku Suprapto Adi Fergilus. Aku lahir dari keluarga orang kaya keturunan Belanda. Umurku sudah tiga puluh empat tahun. Keluarga Fergilus sudah lama terkenal dengan keluarga yang dibenci oleh masyarakat. Namun aku masih tidak tahu apa penyebabnya hingga sekarang. Aku sudah pensiun dari sebuah perusahaan komputer di Surabaya. Istriku meninggal setahun yang lalu. Sehingga hidupku menjadi lebih parah sekarang.
Malam itu aku tiba-tiba terbangun saat mendengar seorang perempuan menjerit seperti sedang ketakutan. Aku terheran karena aku hanya tinggal sendiri di rumah. Kulihat jam dinding yang terpajang di dinding kamarku yang menunjukan pukul dua pagi. Saat itu sedang hujan lebat. Petir menyambar berkali-kali. Alam seakan sedang mendukung suasana yang sedang kualami kali ini. Semua ruangan dalam keadaan gelap.